Gaji lo mungkin udah 2 digit, tapi kok tiap akhir bulan cemas liat saldo? Atau tiap gajian langsung kayak orang kejar setoran buat bayar ini itu? Gue pernah banget di fase itu. Yang kita pikirkan cuma “cuan” — gimana caranya nabung lebih banyak, investasi yang cuan, side hustle yang cuan. Tapi ujung-ujungnya, di atas tumpukan angka di aplikasi bank, yang kita rasain malah gelisah.
Financial wellness itu bukan tentang seberapa banyak yang lo punya. Tapi tentang seberapa tenang pikiran lo ketika memikirkan uang.
Mindset #1: Uang Itu Tool, Bukan Goal
Kita sering terjebak. Ngejar angka. “Harus nabung 100 juta dalam setahun.” Tapi buat apa? Nggak jelas. Akhirnya hidup jadi kayak robot, pelit sama diri sendiri, stres melulu.
Coba tanya: “Ketenangan seperti apa yang ingin kubeli dengan uang ini?”
Contohnya Sarah. Dia freelancer dengan income nggak tetap. Dulu, dia selalu panik kalo project sepi. Sekarang, dia alihkan mindset. Daripada ngejar income tertinggi, dia bangun “dana ketenangan” — simpanan yang bisa nge-cover 6 bulan pengeluarannya. Sekarang, kalo project sepi, dia nggak panik. Dia malah bisa manfaatin waktu buat upgrade skill. Uangnya jadi alat buat beli kebebasan, bukan jadi majikan yang ngejar-ngejar.
Mindset #2: Bayar Diri Lo Dulu, Bukan Tagihan
Kita biasanya: Gajian -> Bayar tagihan & cicilan -> Nabung sisa -> Jajan.
Itu salah. Lo jadi prioritas terakhir.
Coba balik: Gajian -> “Bayar” diri sendiri dulu (langsung sisihkan buat nabung/invest) -> Kelola sisanya buat hidup dan tagihan.
Ini namanya pay yourself first. Gue terapin dengan auto-debit. Pas gajian, 20% langsung ilang ke rekening tabungan yang nggak gue liat. Awalnya susah, tapi lama-lama biasa aja. Yang penting, gue udah “dibayar” duluan. Sisa 80% itu ya udah, buat hidup sebulan. Hasilnya? Financial wellness gue naik drastis karena nggak ada lagi rasa bersalah setiap beli kopi.
Mindset #3: Penghasilan itu Bukan Cuma Gaji
Kita terlalu fokus sama linear income — gaji yang lo dapet dengan nukar waktu. Tapi itu sumbernya cuma satu. Kalo putus, ya habis.
Financial wellness yang beneran itu datang ketika lo punya multiple streams of income. Nggak harus semuanya gede.
Misal:
- Portfolio Income: Dividen dari saham atau reksadana. Ini uang yang kerja buat lo.
- Passive Income: Hasil sewa kamar di kos-kosan, atau royalti dari karya digital.
- Side Hustle yang Scalable: Jualan ebook atau course online, yang sekali bisa dijual berkali-kali.
Temen gue, Dito, kerjaannya graphic designer. Tapi dia juga jual preset Photoshop dan template presentasi di platform digital. Itu nambahin pemasukannya 30% setiap bulan. Dan yang dia jual itu aset digital yang sekali bikin, bisa dijual terus. Itu bikin tidurnya lebih nyenyak.
Survei terhadap 1,000 profesional muda di Jakarta nemuin bahwa 67% dari mereka yang punya setidaknya dua sumber pendapatan melaporkan tingkat kecemasan finansial yang jauh lebih rendah, meski total pendapatannya belum tentu lebih besar.
Common Mistakes yang Bikin Lo Terjebak “Income Tinggi, Savings Rendah”
- Lifestyle Inflation: Gaji naik, pengeluaran langsung ngejar. Pindah kos, ganti mobil, langganan ini itu. Ujung-ujungnya, tekanan finansialnya sama aja, cuma di level yang lebih tinggi.
- Investasi karena FOMO, Bukan karena Paham: Beli saham gara-gara denger “lagi naik”, atau ikut crypto karena takut ketinggalan. Stress-nya double: takut harganya jatuh, sekaligus nggak ngerti kapan harus jual.
- Nggak Punya “Dana Darurat” yang Cukup: Dana darurat itu pondasi financial wellness. Kalo nggak ada, masalah kecil kayak hp rusak atau motor mogok bisa bikin mental health jungkir balik.
Mulai Dari Mana? Tiga Aksi Sederhana Minggu Ini
- Audit Pengeluaran dengan Jujur: Catat semua yang lo beli dalam 7 hari. Nggak usah judgemental. Cuma liat polanya. Lo akan kaget liat uang yang “hilang” untuk hal-hal kecil.
- Setel Auto-Debit untuk “Bayar Diri Sendiri”: Langsung sekarang, setel transfer otomatis 10% dari gaji ke rekening terpisah pas gajian. Lupakan uang itu ada.
- Identifikasi Satu Sumber Pendapatan Tambahan: Lo jago apa yang bisa dijual? Desain? Nulis? Analisis data? Cari satu platform buat mulai tawarin jasa atau produk digital lo. Nggak perlu mikir gede dulu.
Pada akhirnya, financial wellness itu seperti punya parasut. Bukan buat diliatin orang, tapi buat bikin lo tenang dan berani terjun dari pesawat kehidupan. Bukan soal jadi kaya raya, tapi soal tidur nyenyak di malam hari, tahu bahwa lo akan baik-baik saja apapun yang terjadi.
Uang hanyalah alat. Tujuan sebenarnya adalah kebebasan dan ketenangan pikiran.