Moonton Bantah Kabar Larangan Tidak Boleh Punya Divisi Wild Rift

Moonton Bantah Kabar Larangan Tidak Boleh Punya Divisi Wild Rift

Salah satu pengembang game yang terbilang sangat sukses di Indonesia yaitu Moonton selaku pengembang Mobile Legends membantah isu yang beredar kemarin ini.

Karena belakangan ini sedang ramai isu yang menyangkut tentang Moonton soal tim esport yang tidak boleh memiliki divisi Wild Rift.

Baru-baru ini penikmat game Mobile Analog (MOBA) dihebohkan dengan sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @lambe_wildrift, pada Selasa (6/7/2021). Yang mana akun tersebut sering membagikan rumor dan gosip terbaru mengenai game LoL: Wild Rift.

Tentu isu tersebut ramai diperbincangkan sebab dengan klausul tersebut, Moonton dianggap melakukan monopoli.

Meski belum diketahui dengan jelas kebenaran isu tersebut, beberapa pihak sudah sempat mengungkapkan pendapatnya.

Tak ingin membuat isu tersebut semakin panas, Moonton pun akhirnya angkat bicara.

Salah seorang perwakilan Moonton yang tak ingin dipublikasikan namanya membantah isu yang beredar tersebut.

“Dalam aturan dan ketentuan MPL, tidak ada klausul soal tim dilarang memiliki divisi Wild Rift atau game esport lain,” ujar perwakilan Moonton tersebut.

“Kami tak pernah meminta tim esport untuk menerima klausul yang bersifat eksklusif,” ucapnya.

Jika klausul tersebut benar adanya, tentu akan berdampak kepada beberapa tim kontestan MPL Indonesia.

Sebut saja Bigetron Esports, Alter Ego, dan Onic Esports yang mempunyai divisi Wild Rift.

Meski begitu perwakilan Moonton tersebut tak membantah jika memang ada beberapa tim yang memiliki kerja sama yang bersifat komersial dengan Moonton.

“Kerja sama komersial tersebut memang bersifat eksklusif,” kata perwakilan Moonton.

“Namun tak ada pemaksaan, yang artinya tim kontestan masih bisa menolak kerja sama itu dan bertanding di MPL,” tututrnya menjelaskan.

Beberapa orangpun buka suara terhadap soal ini sebelum akhirnya diluruskan oleh pihak Moonton, salah satuny adalah Kurohiko yang seorang YouTuber.

Di mana Kurohiko menyebut jika peraturan tersebut akan berefek pada player BTR dan ONIC yang mempunyai divisi Wild Rift.

Meskipun detail lengkap mengenai peraturan MPL tersebut belum dijelaskan secara lengkap, namun banyak netizen yang mulai berspekulasi. Kebanyakan mereka berkomentar jika memiliki divisi game MOBA selain Mobile legends, maka tim yang bersangkutan dilarang mengikuti turnamen tersebut.

Berdasarkan spekulasi tersebut, maka BTR dan ONIC yang dikenal sebagai tim e-sports di Indonesia tidak akan bisa mendaftarkan timnya ke turnamen lain. Bahkan keadaan terparahnya, kedua tim tersebut terancam dibubarkan.

Mobile Legends adalah sebuah game yang bisa dimainkan di smartphone Android dan juga iOS. Game yang memiliki lama permainan antara 15 menit untuk satu rondenya ini adalah sebuah game yang sudah banyak mencuri perhatian untuk para pemainnya terhitung sejak tahun 2016. Mobile Legends sendiri dibuat oleh Moonton, developer asal China.

Mobile Legends dimainkan dengan banyak pemain, maksimal yang memainkan dalam satu ronde permainan tersebut adalah 10 pemain yang terbagi menjadi 2 tim. Masing-masing pemain mengontrol sebuah karakter yang disebut “hero”. Para pemain yang memainkan dalam ronde tertentu hanya boleh menggunakan satu buah hero saja.

Hero di Mobile Legends dibagi menjadi beberapa tipe. Tipe tersebut adalah marksman, fighter, tank, mage, support, dan assassin.

Bagi kamu yang ini memainkan game ini tidak perlu khawatir akan susahnya untuk menjalankan game ini.

Karena game ini adalah sebuah game yang sangat mudah sekali dalam permainannya. Banyak tutorial yang memberikan edukasi terkait game tersebut.

Seperti tutorial tentang menembak, memukul, bertahan hingga menggunakan skill untuk bisa menyerang lawan.